A. PENGERTIAN ILMU AKHLAK
Dari
sudut kebahasaan, akhlak berasal dari bahasa Arab, yaitu isim mashdar (bentuk
infinitif) dari kata akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqan, sesuai dengan timbangan (wazan) tsulasi majid af’ala, yuf’ilu
if’alan yang berarti al-sajiyah
(perangai), ath-thabi’ah (kelakuan,
tabi’at, watak dasar), al-‘adat
(kebiasaan, kelaziman), al-maru’ah
(peradaban yang baik), dan al-din
(agama).
Ada
lima ciri yang terdapat dalam perbuatan akhlak, yaitu:
Pertama, perbuatan akhlak adalah
perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang, sehingga telah menjadi
kepribadiannya.
Kedua, perbuatan akhlak adalah perbuatan
yang dilakukan dengan mudah dan tanpa pemikiran.
Ketiga, perbuatan akhlak adalah
perbuatan yang timbul dari dalam diri yang mengerjakannya, tanpa ada paksaan
atau tekanan dari luar.
Keempat, perbuatan akhlak adalah
perbuatan yang dilakukan dengan sesungguhnya, bukan main-main atau karena
bersandiwara.
Kelima, perbuatan akhlak (khususnya
akhlak yang baik) adalah perbuatan yang dilakukan karena ikhlas
semata-matakarena Allah, bukan karena ingin dipuji orang atau karena ingin
mendapatkan suatu pujian.