Imam
Abu Hanifah Rahimahullah berkata:“Aku telah menjumpai para ahli Ilmu
Kalam. Hati mereka keras, jiwanya kasar, tdk peduli jika mereka
bertentangan dg al-Qur-an & as-Sunnah. Mereka tdk memiliki sifat
wara’ & tdk juga takwa.”
Imam Abu Hanifah Rahimahullah juga
berkata saat ditanya tentang pembahasan dalam ilmu kalam dari sosok
& bentuk, ia berkata: “Hendaklah engkau berpegang kepada as-Sunnah
& jalan yg telah ditempuh oleh Salafush Shalih. Jauhi olehmu setiap
hal baru, karena ia adalah bid&’ah.”
Al-Qadhi
Abu Yusuf (wafat th. 182 H) Rahimahullah , murid dari Abu Hanifah
Rahimahullah, berkata kepada Bisyr bin Ghiyaats al-Marisii: &“Ilmu
tentang kalam adalah suatu kebodohan & bodoh tentang Ilmu Kalam
adalah suatu ilmu. Seseorang, manakala menjadi pemuka agama / tokoh
ilmu kalam, maka ia adalah zindiq / dicurigai sebagai zindiq (kafir).”
Dan beliau berkata pula:“Barangsiapa yg belajar ilmu kalam, ia akan
menjadi zindiq…”
Imam Ahmad Rahimahullahberkata: “Pemilik ilmu
kalam tdk akan beruntung selamanya. Para ulama kalam itu adalah
orang-orang zindiq (kafir).”
Imam Ibnul Jauzy
Rahimahullah(wafat th. 597 H) berkata: “Para ulama & fuqaha (ahli
fuqaha) umat ini dahulu mendiamkan (mengabaikan) ilmu kalam bukan
karena mereka tdk mampu, tetapi karena mereka menganggap ilmu kalam itu
tdk mampu menyembuhkan seorang yg haus, bahkan dapat menjadikan
seorang yg sehat menjadi sakit. Oleh karena itu, mereka tdk memberi
perhatian kepadanya & melarang utk terlibat di dalamnya.”
Imam
Syafi’i Rahimahullah berkata: &“Barangsiapa yg memiliki ilmu
kalam, ia tdk akan beruntung.” Beliau juga mengucapkan: “Hukum utk Ahli
Kalam menurutku adalah mereka harus dicambuk dg pelepah kurma &
sandal / sepatu & dinaikkan ke unta, lalu diiring keliling kampung.
Dan dikatakan: &‘Inilah balasan orang yg meninggalkan al-Kitab
& as-Sunnah & mengambil ilmu Kalam.&’&”
Beliau Rahimahullah juga menyatakan
Segala ilmu selain al-Qur-an hanyalah menyibukkan.
terkecuali ilmu hadits & fiqh utk mendalami agama.
Ilmu adalah yg tercantum di dalamnya:“Qoola Hadatsana (Telah menyampaikan hadits kepada kami).”
selainnya itu adalah &‘gangguan syaitan’ belaka.
(penjelasn ini dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah)
__ Foote Note
. Lihat Manhaj Imam asy-Syafi&’i fii Itsbaatil &‘Aqiidah (I/74) oleh Dr. Muhammad bin ‘Abdil Wahhab al-&‘Aqiil.
. Ibid, I/75.
.
Beliau adalah murid Abu Hanifah yg paling pintar, seorang ahli hadits
& termasuk Qadhi yg masyhur. Lihat Siyar A&’laamin
Nubalaa&’ (VIII/535-539).
. Ia adalah seorang tokoh Ahlul
Bid&’ah yg sesat, ayahnya seorang Yahudi. Ia mengambil
pendapat-pendapat Jahm bin Shafwan & berhujjah dengannya. Ia
termasuk orang yg menguasai ilmu Kalam.
Qutaibah bin Sa&’id
berkata: &“Bisyr al-Mariisi adalah kafir.&” Dan Abu Zur&’ah
ar-Raaziy berkata: &“Bisyr al-Mariisi adalah zindiq.&” Bisyr
mati pd tahun 218 H. Lihat Miizanul I&’tidal karya Imam adz-Dzahabi
(I/322-323 no. 1214).
. Syarah &‘Aqiidah ath-Thahawiyah,
tahqiq Syu&’aib al-Arnauth & &‘Abdullah bin &‘Abdil
Muhsin at-Turki (hal. 17).
. Lihat kitab Talbis Iblis (hal. 112).
. Lihat Manhaj Imam asy-Syafi&’i fii Itsbaatil &‘Aqiidah (I/75) oleh Dr. Muhammad bin &‘Abdil Wahhab al-&‘Aqiil.
Lihat
Ahaadits fii Dzammil Kalam wa Ahlihi (hal. 99) karya Imam Abul Fadhl
al-Maqri&’ (wafat th. 454 H), tahqiq Dr. Nashir bin
&‘Abdirrahman bin Muhammad al-Juda&‘I; Jaami&’ul Bayaanil
&‘Ilmi wa Fadhlihi karya Ibnu &‘Abdil Barr (II/941), &
Syarah &‘Aqiidah Thahawiyyah, takhrij & ta&’liq oleh
Syu&’aib al-Arnauth & &‘Abdullah bin &‘Abdil Muhsin
at-Turki, hal. 17-18.
. Lihat Diwan Imam Syafi&’i hal 388 no. 206, tartib & syarah Muhammad &‘Abdur-rahim, cet. Daarul Fikri 1415 H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar