Selasa, 31 Desember 2013

Resensi Seminar Filsafat Islam dan Tasawuf


Jumat,27 Desember 2013
Kitab Al-futuhat Al-makkiyyah
karya ibnu arabi
Oleh : Ikhlas Budiman,M.Si
Kitab Al-futuhat Al-makkiyyah mulai ditulis pada tahun 599 H di makkah,pada tahun ini juga al-safar al-awwal diselesaikan selain dua pasal terakhir kitab naskah pertama selesai ditulis,kemudian ibnu ‘arabi merapikannya pada tahun-tahun terakhir masas hidupnya.kemudian menulis naskah  yang kedua dengan tangannya sendiri dan menyelesaikannya pada tahun636 Hdua tahun sebelum wafatnya.dalam naskah kedua yang kedua terdapat beberapa tambahan yang tidakterdapat pada naskah pertama.naskah pertama tersebut selesai ditulis pada tahun 629H.( Yahya,1985, p.30).


Biografi Ibnu Arabi
            Nama lengkapnya adalah Abu bakar muhammad bin Ali bin Muhammad bin ahmad bin Abdullah al-hatimi.Lahir di Mursia andalusia pada malam senin tanggal 17 ramadhan tahun 560 H atau 23 juli 1165 M.
Ibnu Arabi memiliki panggilan dengan Abu Bakar,tetapi sebagian orang memanggilnya dengan Abu Abdillah sebagaimana yang dikutip dala kitabnya Al-Futuhat Al-makkiyyah .Dia mendapat gelar yang terkenaldengan “Al-syaikh Al-akbar “meskipun banyak gelar lain yang disebutkan dalam beberapa kitaboleh kalangan sufi,seperti Muhy Al-haqq Al-Din ( yang menghidupkan kebenaran agama),Al –kibit al-Ahmar (belerang merah),Sulthan Al-arifin ( sulthan ahli ma’rifat),dan lain-lain.( Jehanghiri,2003,P.1-5).
            Ayahnya benama Ali bin Muhammad,salah seorang ahli fiqih dan hadist s4erta ahli zuhud dantashawwuf.Ibnu arabi menyebutkan kisah ayahnya dalam kitab Al-futuhat Al-makkiyyahnya.lima hari sebelum kematiannya,ayahnya telah mengabarkan kepadanya bahwa dia akan meninggal pada hari rabu,dan hal itu terjadi sesuai dengan yang  dikabarkan.( Ibnu ‘Arabi.n.d Vol.I.p.222)
            Ibunya bernama Nur dari suku khulan.dua saudara ibunya,yaitu Yahya bin Yaghan dan Abu Muslim Al-Khulani seorang tokoh tarekat Malamatiyyah,keduanya terkenal dengan ahli Zuhud dan Ibadah.sedangkan saudara ayahnya ,Abdullah bin Muhammad bin Arabi,juga terkenal seorang sufi pada zamannya.(Jehanghiri,1997)
            Istri pertmanya adalah Maryam bin Muhammad bin ‘Abdun bin Abdurrahman Al-Bajjai,seorang wanita shalehahdan ahli Mukasysyafah,ibnu ‘arabi memujinya dalam kitab futuhatnya,bahwa istrinya menguasai beberapa macam ilmu.( Ibnu ‘Arabi,n.d.vol.3.p.354 )]
            Ibnu arabi memiliki dua orang anak laki-laki dan satu anak perempuan,Kedua anak laki-lakinya bernama Sa’aduddin Muhammad dan Imamuddin Abu abdillah Muhammad.Sa’aduddin lahir di Malathiyyah bulan Ramadhan tahun 618 H,dikenal sebagai seorang sufi dan penyair,meninggal di damaskus tahun 656 H.Imaduddin meninggal tahun 667 H.(jehanghiri,1997.p.11)
            Anak perempuannya bernama Zaenab dikenal sebagai anak yang telah mendapat ilham sejak kecil ini disebut dalam kitab Al-futuhat Al-Makiyyah (vol.3.p.17)
            Kitab Al-futuhat Al-Makkiyyah di beri nama oleh Ibnu ‘Arabidengan juduul lengkapnya Al-futuhat Al-Makkiyyah Fi Ma’rifat Al-Asrar Al-Malikiyyah Wa Al-Mulkiyyah.Ibnu ‘arabi menyatakan bahwa mayoritas yang tertulis dalam buku iniberkaitan dengan hal-hal yang telah disingkapkan oleh Allah swt saat sedang melakukan Thwaf di rumahNya yang di muliakan (Al-Makkah Al- Mukarramah) atau saat dia sedang duduk sambil bermuqarrabah di hadapannya.( Ibnu ‘Arbi.n.d.vol.1p.10)
A.     Pasal Al-Ma’rifat
1.      Ilmu Huruf
Berkaitan tentang tingkatan-tingkatan ilmu huruf,Ibnu ‘Arabi menjelaskan tentang makna firmanNya.dan janganlah kamu tergesa-gesa membacanya sebelum wahyunya ditetapkan padamu.(QS.Thaha.20: 114)
2.      Seluru alam ini hidup dan berakal budi
3.      Sofistik

B.     Pasal Al-Mu’amalat
1.      Ma’rifat kewajiban-kewajiban dan sunnah-sunnah
2.      Meninggalkan kewaraan

C.     Pasal Al-ahwal
Penjelasan ibn ‘arabi tentang adab syariat yang berkaitan dengan substansi dan aksiden,”hendaknya seorang hamba tidak melanggar hukum pada tempatnya,baik itu sebagai substansi atau aksiden,aatau waktu,atau tempat,atau posisi,atau relasi,atau kondisi,atau kuantuitas,atau tindakan aktifatau pasivitas.

D.    Pasal Al-manazil
Ibnu ‘Arabi menjelaskan tentang pertanyaan yang harus dijawabdan tidak ditertawakan .
E.     Pasal Al-Munazalat
Ibnu ‘Arabi menjelaskan bahwa siapa yang dihina bearti dia menang.
F.      Pasal Al-Maqomat
1.      Rahasia memudahkan yang sulit
Ibnu ‘Arabi menjelaskan cara memudahkan yang sulit.
(dikutip ; Makalah Seminar Nasional Filsafa Islam dan Tasawwuf)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar